PIAUD Online, 1 Mei 2026 — Dosen dan akademisi Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar kembali berpartisipasi dalam forum ilmiah internasional 1st International Conference on Islamic Early Childhood Education (ICON-IECE) 2026 yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Konferensi Internasional dan Rapat Anggota Tahunan (RAT) VI Perkumpulan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PPIAUD) Indonesia Tahun 2026. Kegiatan konferensi yang dilaksanakan secara hybrid pada Kamis, 30 April 2026 menghadirkan akademisi, peneliti, dan praktisi Pendidikan Anak Usia Dini dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga pendidikan di Indonesia maupun luar negeri.
Pada kesempatan tersebut, tim akademisi UIN Alauddin Makassar mempresentasikan artikel ilmiah berjudul “Implementation of Basic Pencak Silat Movements to Improve Gross Motor Skills in Children Aged 5–6 Years.” Presenter utama dalam penelitian ini adalah Ade Agusriani, S.Psi., M.Pd., bersama tim penulis Nur Annisa (mahasiswa PIAUD), Dr. Eka Damayanti, S,Psi., M.A., Dr. Ahmad Ali, S.Pd., M.Pd., dan Muh. Syihab Ikbal, S.Pd., M.Pd. Penelitian ini mengangkat pentingnya pengembangan kemampuan motorik kasar anak usia dini melalui aktivitas fisik berbasis budaya lokal, yaitu pencak silat. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa keterampilan motorik kasar merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia dini yang melibatkan koordinasi otot besar melalui aktivitas seperti berjalan, berlari, melompat, dan menjaga keseimbangan.
Selain sebagai seni bela diri tradisional, pencak silat dinilai memiliki nilai edukatif yang mencakup latihan fisik, disiplin, pengendalian diri, serta penanaman nilai budaya pada anak sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan motorik kasar anak sebelum dan sesudah implementasi gerakan dasar pencak silat, serta menganalisis peningkatan kemampuan motorik kasar anak usia 5–6 tahun melalui kegiatan tersebut. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest terhadap 10 anak usia 5–6 tahun di Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Takalar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan motorik kasar anak setelah penerapan gerakan dasar pencak silat.
Dalam sesi diskusi, dijelaskan bahwa latihan gerakan dasar pencak silat mampu meningkatkan keseimbangan, koordinasi tubuh, kelincahan, dan fleksibilitas anak. Selain itu, aktivitas tersebut juga mendukung perkembangan rasa percaya diri dan disiplin anak melalui kegiatan belajar yang menyenangkan dan berbasis budaya lokal. Partisipasi dosen PIAUD UIN Alauddin Makassar dalam forum internasional ini menjadi bentuk kontribusi akademik dalam pengembangan inovasi pembelajaran anak usia dini, khususnya pada penguatan pembelajaran motorik dan pendidikan karakter berbasis budaya lokal Indonesia.
Penulis: Muh. Syihab Ikbal
Penyunting: Ade Agusriani